abg and 11 Januari

*mode mengenang on*


entah kenapa aku sedang teringat jaman ingusan beranjak dewasa (jaman2 smp - awal smu). Waktu itu aku adalah makhluk yang termasuk kuper dan minder. Tinggi 135 cm, kulit item solid, tampang ekonomis,pemalu; hal itu sudah cukup memaksaku waktu itu untuk jadi kuper dan minder. Mungkin satu2nya hal yang menolong adalah ekpresi melankolis( memelas) yang kadang2 muncul.

Dengan ciri khas pergaulan smp-smu yang so much popularity based, aku termasuk salah satu anak pinggirannya, trutama di smp. Bergaul dengan anak2 yang adem ayem yg tiap hari kerjaanya mikirin pelajaran dan mikir jalan mana yg harus diambil hari ini biar selamet ga diusilin temen2 beken yang lain.
Kondisi begitulah yang menyebabkan sedikit saja ada sentuhan diluar komunitas nerd aku, akan menyebabkanku jadi maknyuss seneng.
kalau ada cewe populer (ga sengaja) kerling mata ke arahku, aku dag dig dug. Kalau ada cewe ngajak kenalan, kulitku akan banyak berembun keringat. Kalau (ga sengaja) pulang bareng cewe (populer lagi), pasti malemnya ga bisa ngerjain pe-er (su-er). Kalau ibu kantin senyum sama aku, aku ngiler. Dan kalau ada cowo populer senyum2 dan kerling2 mata sama aku, mungkin aku akan pipis di celana. Seperti itulah kejadiannya, mungkin memang konyol untuk diingat2. Apalagi sejak puber, aku amati (termasuk dari pengalaman sendiri dan teman), seakan2 semua lagu yg populer waktu itu mirip dengan kejadian yg kita alami, kisah cinta monyet kita, bahkan kalau ga sama, kita yang nyama2in biar sesuai dengan lirik lagunya. All song was our theme song.
Sekali lagi konyol, tapi seru..dan kadang ngangenin... (bukan,bukan berarti aku dapat puber kedua :D )

Sekarang aku merasa bahagia dan bersyukur dapat pengalaman berharga, melampaui semua perjuangan semasa abege itu. Dari culun menjadi agak culun, hehe... Kalau sekarang aku dapat anugrah istri nan setia mendampingi aku itu bukan karena dulu tidak ada cowo lain untuk dipilih... tp memang karena istriku seleranya tinggi (haiyyah).. Yaa..mungkin karena setiap orang dan setiap jaman punya alasan sendiri untuk mencintai seseorang, semoga alasannya surga (Ceilee..)


dan untuk mengenang masa 'jaya' itu.. aku tampilkan grup band yang ngetop semasa aku smp-smu, dan karena judulnya deket dengan tanggal bersejarahku dengan istri , liriknya dan musiknya yang sangat kita banget , resmilah kita kembali ke jaman abege.. pacaran dengan istri ah..

here is the song (click to play). Gigi with 11 Januari




Kau bawa diriku
Ke dalam hidupmu
Kau basuh diriku
Dengan rasa sayang

Senyummu juga sedihmu
Adalah hidupku
Kau sentuh cintaku
dengan lembut, dengan sejuta warna



nb; kalau kamu (pembaca blog ini) adalah temen smp-smu ku, mungkin kamu salah satu yg bikin aku keringetan atau bikin pipis di celana.. piss!

Labels: ,

Posted by bintar at 9:49 AM | 0 comments | links to this post read on

Ayo busway!

Pagi ini transjakarta busway mulai serius menanggapi keluhan pemakai jasanya. Dari ragunan sampai kuningan timur kutempuh dalam waktu kurang dari 20 menit. Ini terhitung cepat karena biasanya molor sampe 30-45 menit. Tampaknya petugas DLLAJR dan dari jajaran pertugas transjakarta sendiri sudah rajin mentertibkan jalur busway agar tiddak dimasuki kendaraan selain transjakarta, sehingga kemacetan bisa diminimalkan. Armada pun datang lumayan cepat, setiap 3 menit. Sejak saya antri di terminal ragunan selama 10 menitan, sekitar 5 busway menghampiri. Hal signifikan yang membuat saya tersenyum simpul pagi ini adalah petugas busway yang sudah berani menegur siapa saja yang sudah pada ujung depan antrian tapi tidak mau masuk bus dengan alasan tempat duduk sudah penuh. Petugas berani berujar " Mohon pengertiannya ya bapak2, ibu2, ini angktuan publik,massal, bersama. Jangan menghalangi antrian. Bagi yang ingin dapat jaminan tempat duduk silahkan menggunakan taksi ". Well, kalimat ketiga mungkin karena emosi saja. Tapi ku anggap hal itu peningkatan pelayanan.

Masih Ada yang Kurang

Bus Transjakarta yang kutumpangi pagi ini tak terlalu penuh, sekitar 10 orang saja yang berdiri bergantung pada lingkaran2 hitam kecil di atas. Pengemudinya seorang wanita, tipe2 wanita sibuk dan dinamis, tampak seperti maia estianti klo dilihat dari belakang (he..!) . Sampe di 2 halte setelah ragunan, bus berhenti, dan pintu depan tidak bisa terbuka. Hanya pintu belakang saja. 'Kernet' bus memutuskan untuk tidak menaikkan penumpang. "jalan terus bu" katanya. Memang kontrol buka-tutup pintu ada di panel pengemudi. Pengemudi menancap gas... ada yang terlupa? iya benar, pintu belakang masih menganga. Si kernet teriak " pintu belakang blum ditutup bu.. ". Bus direm sejenak, pintu belakang tampak mulai menutup. Belum sempurna pintu belakang tertutup, bus berjalan lagi... sesaat setelagh pintu belakang tertutup, pintu depan terbuka. (Du'oh!).

Insiden
Kejadian diatas jadi mengingatkanku pada pengalaman teman sekantor 2 hari yang lalu. Kejadiannya hampir mirip, cuma situasi saat itu lebih menekan emosi. Maklum, jam sudah hampir setengah sembilan, sebagian besar penumpang gelisah karena mereka pasti telat masuk kantor. Insiden 'pintu' terjadi di 3 halte berturutan di bilangan buncit. Kali ini bukan tentang pintu yang tidak mau terbuka, tapi pengemudi salah memposisikan bus,sehingga ketika pintu terbuka, bukan lantai halte bersangkutan yang akan dipijak, melainkan pembatas jalur busway yang berada 1 m dibawah pintu bus. Untung tidak ada petugas kebersihan yang sedang menyapu disitu, bisa2 kepalanya jadi sasaran pijakan. Karena kejadian begitu sudah berulang2 terjadi, para penumpang mulai bergumam dan mengkritik pihak tansjakarta, terutama meragukan kemahiran pengemudi. Situasi tambah panas, dan gong keributan pun tak sengaja ditabuh si pengemudi. Entah karena merasa tersinggung atau sedang dalam kondisi emosi buruk, si pengemudi (wanita ) itu keceplosan berujar : " sshh, bayar 3500 aja ribut banget sih". Kontan hal itu semakin membakar amarah para penumpang. Ada penumpang yang minta pengemudinya turun saja. Ada yang nantangin : "Emang mau dibayar berapa ?!! " . dll. setelah beberapa saat berlalu, bus terus berjalan, menyisakan gumaman penumpang dan pengemudinya.

Kesimpulan
Sudah ada tindakan ke arah peningkatan mutu pelayanan yang lebih baik dari pihak transjakarta. Semoga ini benar2 kesadaran menanggapi protes atas insiden2 belakangan ini, bukan cuma karena tarifnya mau naik lagi (hehe..). Ayo busway, tambah bagus lagi dong.

status dah mo di kartu merah turun jadi kartu kuning (tambah bagoss)
ayo sampai lolos jadi ijo....




note: Kebetulan saja insiden yang dialami waktu itu obyeknya pengemudi perempuan. Pemakai jasa busway yang lain pernah mengalami kejadian sejenis dengan pengemudi pria.


Post terkait :

Filosofi Berkendara (di Jakarta)
Busway, Semakin Dicinta Semakin Dusta

Labels: ,

Posted by bintar at 9:17 AM | 0 comments | links to this post read on

Doesn't Feel Like Work

He yow... i bet you have spend much time working with MS Word and Excell . Here is a new bright and stylish software for your work. Your traditional Power Point will absolutely replaceable with gorgeous Keynote. MS Word,mmm.. take a look the handy Pages. And of course, introducing the brand new Numbers, with its intelligent table, it will compete Excell. Something for sure : Suddenly Work doesn't feel like it.

Feel like to dive in your imagination ? Watch this, this and this demo video.




One more thing, Just for Mac. hehe...

Labels: ,

Posted by bintar at 9:08 AM | 1 comments | links to this post read on

Rumah...

Rumah - bahasa
kadang aku berpikir memang untuk beberapa alasan, bahasa Indonesia itu kurang kaya. Contohlah kata rumah, kalau ditranslasi ke bahasa Inggris, rumah bisa menjadi house atau home. Padahal kata home dan house memiliki arti yang berbeda bukan.. "home sweet home" itu kata2 bijak; sedangkan "house sweet house" itu kata2 advetorial dari marketing developer perumahan :p

Rumah - Kemampuan
Bagi sebgaian besar rumah tangga (terutama rumah tangga baru), mempunyai rumah (house) sendiri adalah pencapaian besar, sekaligus perjuangan dalam pencapaiannya. Sebagian orang yang beruntung, mudah dalam perjuangannya; untuk sebagian yang lain, perlu lebih dari ngos-ngosan nafas, keringat dan doa. Namun, yang lebih beruntung adalah, orang yang bisa mendirikan rumah (home) bagi keluraga terkasihnya. Karena untuk mendirikan rumah (house) yang sama, orang diberi rejeki kemampuan berbeda, sedangkan untuk mendirikan rumah (home), secara umum, fitrah, orang dianugrahi potensi yang sama, tergantung cara memperlakukan potensi itu.


Rumahku...
kemarin, sedikit aku merias rumah yang kami tinggali sementara. Memang mengagumkan apa yang warna bisa buat, rumah lusuh dan lesu kini kembali ceria.... bangunannya, the house. Dan sore itu, sembari me-nina bobo kan anaku dibalik jarit, entah berapa lama aku menatap rumah (house) kami, merenung dan berdoa: semoga dapat menghadirkan rumah (home) terbaik bagi keluargaku, meski berapapun panjang dan lebarnya* ,... InsyaAllah yang penting berkahnya.
Baiti Jannati


*asal layak dan nyaman, syukur klo lebih :D

Labels:

Posted by bintar at 3:23 PM | 3 comments | links to this post read on

You can't be too thin, new iMac

Banyak orang bilang, small is beautiful. Menurutku small saja nggak cukup bikin orang atau sesuatu jadi beautiful. I prefer beautiful inside out. Check this out, the new iMac : thin and powerful.
Desain layar baru yang lebih tipis dan elegan (gimana ya nancepin CPUnya ?) dan tentu saja, yang sudah ditunggu, keybord yang maknyuss setiap kali kita memijitnya.



Labels:

Posted by bintar at 9:20 AM | 0 comments | links to this post read on

Busway:Semakin Dicinta,Semakin Dusta?

Sejak sebulan lebih menjadi pengguna transjakarta busway,saya semakin addicted tapi juga semakin tahu 'borok' yang perlu didandani. Dari hasil pengamatan di lapangan (terutama busway koridor 6: Ragunan-Kuningan), peminat busway semakin banyak setiap hari (belum ada statistik resmi). Penyebabnya ya terutama karena kemacetan di mampang bagi sebagian besar orang adalah membahayakan kesehatan, terutama kesehatan mental. Namun, semakin banyak pengguna jasa transjakarta busway (TB) ini justru malah membuka celah keburukan penanganan operasional TB itu sendiri. beberapa diantarnya adalah :
  • Ini yang paling menonjol, menumpuknya penumpang di halte2 tertentu , terutama saat berangkat jam kantor dan pulang jam kantor.
  • Penanganan busway sendiri. Busway, yang notabene adalah jalur bebas hambatan untuk transjakarta, tidak lagi dijamin bebas hambatan. Setiap sore selepas pertengahan mampang-buncit, selalu saja ada mobil dan kendaraan bermotor lain yang menjubeli jalur busway,sehingga menghambat bus transjakarta, mengurangi efisiensi waktu sekitar 15 menit per perjalanan. Harusnya hal ini bisa dicegah dengan penempatan petugas yang mampu mengatur lalu lintas sepanjang jalur busway, untuk mencegah masuknya kendaraan lain masuk jalur busway. (note: kadang polisi membiarkan kendaraan lain masuk jalur busway, untuk yg satu ini, butuh kesadaran masing2 pemakai jalan... mmm..ini yg susah.)
  • Beberapa kali pernah terjadi perkelahian ringan antar calon pemakai TB di halte Ragunan, biasanya terjadi di pagi hari saat jam2 hampir telat kerja. Sumber kesalahan: pertama,oke,memang emosi calong penumpang. kedua, petugas tidak memberikan jalur antrian yang jelas sehingga calon penumpang yang antri tidak beraturan. Nampak petugas juga tidak tegas untuk menertibkan para calon penumpang yang antri. Masih mending anak SD yang baru masuk, hobby antri.
  • Keteledoran petugas dan pengemudi busway : kadang setelah TB berhenti disalah satu halte, hanya 1 pintu saja yang terbuka (apa dong fungsinya dibikin 2 pintu? ; pernah terjadi, ditengah jalan ketika TB sedang berjalan, tiba2 pintu terbuka, wadooh kalu saya sedang enak2nya nungging didekat pintu kan bisa fatal. ; hal yang sama juga terjadi ketika berhenti di halte, pengemudi salah membuka pintu (harusnya pintu kanan, yg dibuka malah pintu kiri)..
rute transjakarta busway 2007rute busway 2007

semoga catatan diatas bisa terbaca bagi siapa saja, terutama yg bisa menyampaikan ke pihak Tranjakarta Busway. Karena moda angkutan ini cukup menjanjikan untuk mengatasi macet dan mencret karena macet di Jakarta.

Kalau jelek terus, frank sinatra tidak jadi bernyanyi.. " i did it.... busssssswaaaaaaayyy" . (Un)related song:

Labels: ,

Posted by bintar at 10:42 AM | 0 comments | links to this post read on

'Garongin' your runs : nike+ipod

Mungkin tidak terlalu baru info ini, tapi tetep saja cool. Simple sih, sekarang sembari lari enjoy dengan sepatu nike-mu, dengarkan pula info statistik dari ipodmu : sejauh mana kamu lari dan secepat apa kamu lari; Curious how they do that? check how they can pair-up, runs and sync.
Intinya: ada perangkat sensor yang ditempatkan di alas sepatu nike yang menghubungkan secara wireless antara gerakan sepatu(kaki) dengan ipod. Sensor dibuat sedemikian hingga bisa mendeteksi kecepatan lari, jarak dsb. Info itu akan disampaikan lewat earphone dan ditampilkan di layar ipod secara periodik sesuai setting, sehingga lari jadi lebih terkontrol dan tentu saja fun. Dan satu lagi, hasil statistik sensor bisa disinkronisasikan ke Mac.

Ini ads-nya.Just tune your run, enjoy the videos :


Satu lagi yang penting,sembari dengerin info lari kamu, untuk meningkatkan performa dan kenyamanan lari, harus ditunjang pula dengan pilihan lagu iringan lari yang cocok sesuai kondisi. Kalau sedang feel-like lari pelan dan sedang-sedang saja di tanjakan, putar saja lagu2 meggy z. Kalau sedang semangat pengen lari kenceng,terutama untuk maling jemuran, putar saja lagu berikut (click to play) :



dijamin seru! lari sambil geyol-geyol, serr..serr. ser....

Labels: , ,

Posted by bintar at 11:48 AM | 1 comments | links to this post read on

redesign: minimal

Setelah sekian lama menggunakan template newzen , rasanya sudah saatnya untuk memugar kembali tampilan blog ini. Minima template yang sangat minimalis ini sangat tepat untuk merujuk emosi dan pandagan saya saat ini : sederhana, datar, sexy (?) dan penuh makna (kalee). Cukup dengan beberapa perubahan font, sekarang sudah siap disajikan, silahkan.

bagi yang ingin flashback tampilan lama, ada di skrinsyut bawah ini ;) :

Labels: ,

Posted by bintar at 11:20 AM | 1 comments | links to this post read on