Sedia Sarung sebelum Hujan

Sebagai seorang yang setiap hari commute 33km PP,dan kendaraan utama adalah kuda besi (fyi,punyaku:"kudanya lelaki" ) mantel hujan adalah prasyarat yang sangat primer di musim Hujan complicated ini.
Pagi ini ,seperti 1/10 probabilitas yang sudah-sudah, hujan dimulai di pagi hari dan aku telat bangun dan mandi,pas banget hujan bertabur saat aku mau berangkat ngantor. Mantel siap dipakai,mantel yang kupakai adalah mantel set yang terdiri dari baju dan celana,.masing-masing terpisah. Ada perasaan tidak enak waktu memakai celana mantel,perasaan ada yang "rapuh", tapi karena sudah mendekati jam kantor,aku mengabaikan perasaan itu.
Sekitar 20km perjalanan,hujan mulai tambah deras,dan terbuktilah perasaan was-was itu. Ada yang temperaturnya terlalu dingin kurasakan di selangkangan.... waks!.. celana mantelnya sobek di bagian itu. wadoh,kepalang basah aku lanjutkan perjalana dengan ngebut sengebutnya berharap sampe disana bagian selangkang dan sekitarnya masih dalam kondisi lembab yang tolerable.

Akhirnya sampe juga di parkiran kantor. Segera saja aku menghuyung ke toilet dan melakukan prosedur penanganan bencana darurat. Ternyata kondisi basahnya celana sudah lebih dari batas wajar yang bisa membuat bagian vital "demam", dan seperti dugaan pembaca sekalian,aku tidak bawa cadangan celana maupun sarung(ya..sarung akan sangat berguna saat ini). kejadian seterusnya.... tidak bisa diceritakan lagi (atau ada usul?) yang pasti, hal ini membuatku semakin sadar untuk bersyukur..: "betapa nikmatnya ketika pakai celana kering" dan mematahkan pepatah "sedia payung sebelum hujan" seharusnya lebih tepat jika "sedia sarung sebelum hujan" hehe

Labels:


About this entry