Skip to main content

filosofi berkendara (di jakarta)


Seringnya bolak-balik sawangan jakarta (30 km pp) sempat membuatku terbersit untuk mengambil filosofi berkendara selama ini. Tak jarang, setiap kejadian di jalan kurasakan sbg miniatur kejadian yg lebih 'besar'.

Topik ini aku sempitkan menjadi berkendara dengan sepeda motor dikarenakan 3 hal: pertama, motor lebih leluasa memilih bergerak di jalanan jadebotabek,hal inilah yg bisa jd cerminan hidup,klo hidup itu banyak pilihan; kedua, belum sempet beli mobil aja (bingung milihnya: mau model 90'an apa 2000'an.. angkat tsb bukan berarti tahun...tp harganya ,dalam ribuan hehe..) dan ketiga: karena bajaj adalah kendaraan yg sangat tidak favorit untuk pijat refleksi seluruh badan dalam perjalanan 30 km.


Oke deh,dengan lebih memanfaatkan waktu blogwalk anda.. berikut kejadian filosofis selama berkendara yang bisa kugapai:


1. ketika macet (terutama) di jakarta, dan ketika aku sudah berada di satu jalur tertentu, selalu saja ada pengendara motor lain yang ngambil jalur lain dan itu selalu memberi pilihan apakah aku harus tetep di jalur ini atau ngesat-ngesot mengikuti jalur lain. Karena yg tampak sesaat waktu itu adalah, jalur lain yg diambil ngasih kesempatan melaju lebih lancar...(diantara rentetan mobil antri jadi tua), tp kesempatan itu belum tentu berlangsung lama karena bisa jadi jalur baru yg diambil nantinya akan tertutup oleh rentetan pengalang lain padahal jalur yg kita ambil sebelumnya, pada saat yang sama..sudah bebas hambatan. Makanya, jangan pernah nyesel ngambil jalur kecuali salah sampe polosi menodong anda. Hal ini cukup bisa membuat kita belajar memperhitungkan resiko dan milih sesuai resiko yg kita bisa hadapi.


2. Pernah suatu waktu, disebuah terminal,karena tidak melihat tanda adanya secure-parking , maka setiap ada tempat teduh dan motor berjajar dengan agak rapi akan kuasosiasikan dengan parkiran. Aku memutuskan parkir di tempat yg paling deket pintu keluar terminal, masuk diantara jajaran motor dengan manis..mematikan mesin,membuka helm,mengunci ganda..dan mulai memperhatikan sekitar.. tanpa kusadari sebelumnya, ternyata diantara jajaran motor tersebut ada bangku yg sedari tadi diduki orang-orang bertampang garang dan kurang darah yang sedari tadi memperhatikanku.. bermaksud untuk bertanya sopan-santu parkir di tempat tersebut,aku mendekati pria-pria tsb, belum sempat bertutur satu patah kata pun, salah seorang pria berkumis tipis berrambut hidung lebat sudah mendahului dengan: " mau ngojek (jadi-tukang ojek) juga mas... dah ngomong sama bang fredy? disini yg jadi koordinator pangkalan dia ". Akupun segera menyadari bahwa tampangku masih terlalu manis untuk berkarir jadi tukang ojek. Untuk menutupi rasa maluku yg salah parkir di pangkalan ojek,aku membatalkan niat bertanya ttg soapn-santun dan kemudian menjawab santai: " ooh...enggak bang,aku mo nanya jalan aja.. klo mau ke surabaya lewat tol yg mana yah ? " akupun segera meninggalkan TKP beserta para tukang ojek yang masih klenger mlongo mendengar jwabanku tadi.

Hal ini membuatku yakin klo aku musti punya belajar menangani masalah yg genting dalam kecepatan tinggi... dan satu hal lagi, belajar membedakan tempat parkir dan pangkalan ojek.


3. Dikala hujan deres,berangin kenceng,jarak pandang hanya sejauh jarak kepala dan bokong, dan kita masih berada di jalan. Sementara banyak pengendara motor lain yg menyingkir ke bahu jalan atau halte untuk berteduh (walupun mereka sudah pakai jas hujan), kita musti berpikir dan mempertimbangkan, apakah kita sanggup melalui jalanan dalam kondisi seperti itu, apakah jas hujan yg kita pakai sanggup melindungi kita.. dan apakah kita yakin sanggup menahan malu basah kuyup ketika di tiba tempat tujuan ternyata masih terang benderang. Jarak pandang pendek seperti itu mengingatkanku ketika menghadapi masalah yg rumit dlm hidup. Kadang kita gak tahu seluruh jalan yang bakal dilalui untuk sampai rumah (tujuan), tp selama kita masih keukeuh sabar melalui perjalanan dengan bantuan jarak pandang seadanya.. insya4JJ1 bakalan nyampe juga kan. asal ati2 dan berdoa tentu saja. eh..dan satu lagi syaratnya: dah tahu tujuannya. Karena itu adalah syarat utama sebuah perjalanan. That's way for girls yg lagi cari pasangan, make sure dia tahu kamu akan dibawa kemana dan kamu punya tujuan yg sama dengan itu..walau kadang "rute"-nya gak sama. Make sure juga dia ngerti cara nenangin dan melindungi kamu ketika terjadi sesuatu di perjalanan. Dan jangan lupa, kamu juga musti ngerti cara mensupport dan menyenangkan pasanagan kamu selama perjalanan, agar dia semakin yakin dan mantab berkelana denganmu..what ever will happen.


well sekian dulu deh..nanti kutambahin klo dah dapet ilmu..mungkin ada filosofi laen ketika naek angkot, bajaj, delman atau becak.


drive safe !!!

Comments

Renita said…
Wahh..ternyata karena sering terjebaknya kemacetan ada hikmahnya juga buat Bintar....
Btw point no 3 kayaknya kena banget tuch buat gu....
makasih atas 'sindiran' nya....
:p
Renita said…
Ternyata kemacetan jakarta bisa dikaitkan dengan kehidupan yah...
Terutama poin no 3. Kayaknya Nyindir gue banget tuchh..
Maacih Bin... :p

Popular posts from this blog

Melihat Sejarah Komputer di Museum Sejarah Komputer

Jauh sebelum slim, powerful dan batere tahan lama. Komputer tidak seperti yang kita kenal sekarang. Disamping ukurannya yang segede gaban stylenya pun tentu tidak setrrendi yang kita lihat sekarang.
Coba liat prototype konsol permainan atari ini :

Prototype Atari
Melihat bentuknya saja bikin males maen game :D

Silahkan melihat lebih lengkap sejarah komputer di museum sejarah komputer.

email dari paypal wishlist

sedikit kabar segar, bagi yang pernah ikuta paypal wishlist di facebook (sd akhir des 2009), itu loh promosinya paypal asia untuk menarik banyak pengguna, akhirnya paypal benar2 membayar, saya sudah terima dana dari paypal, diterima dengan selamat!.
silahkan cek inbox email paypal anda untuk cek, lumayan receh buat beli gorengan online! sapa ya yg dapet max 100USD ?